Minggu, 18 Desember 2011

Amalia Rahayu Irdam, Uni Sumbar 2011
Impikan jadi Puteri Indonesia
oleh Haris Prima

Berada di atas panggung dan berjalan layaknya peragawati profesional memang menjadi impian Amalia Rahayu Irdam, sejak masih kanak-kanak. Kini, keinginannya itu mulai terwujud seiring terpilihnya dia sebagai Uni Sumbar Duta Wisata 2011 dan sebelumnya Uni Kota Sawahlunto 2011. Siapa Amalia Rahayu Irdam?

Senyuman wanita berkulit kuning langsat itu terus mengembang. Penampilannya tampak anggun, tinggi semampai serta ramah pada setiap orang.

Walaupun sudah menjadi Uni Sumbar Duta Wisata 2011, wanita kelahiran Bengkulu, 23 Agustus 1990 ini tetap rendah hati. “Sungguh kaget, ketika dewan juri mengumumkan nama saya dipanggil sebagai Uni Sumbar Duta Wisata 2011. Padahal, kompetitor yang lain hebat dan pintar-pintar,” kata Lia, di sela-sela latihan ngegym di salah satu pusat kebugaran di Padang, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Saat malam Grand Final Uda Uni Duta Wisata Sumbar 2011, Amalia Rahayu Irdam mampu memukau dewan juri lewat sesi tanya jawab.
Dia menjawab pertanyaan korelasi ekowisata dengan kepariwisataan dengan bahasa Inggris yang lancar.

Lia—panggilan akrabnya—menceritakan, sejak berusia 10 tahun, dia suka dengan dunia tarik suara dan memakai pakaian mamanya. Bahkan, sering menirukan sang mama memakai lipstik dan berdandan. Termasuk, berpose dan berlenggak-lenggok di depan cermin.

“Semasa kecil saya memang senang dengan dunia model dan fashion. Saya juga sering diikutsertakan mama mengikuti lomba nyanyi di sekolah,” kata perempuan yang semasa kecil hingga SMA di Bengkulu.

Di masa kanak-kanak, dia dikenal cerewet dan suka bertanya. “Saya orangnya cukup percaya diri. Dulu ketika keluarga besar ngumpul saat Lebaran, saya dibilang nenek anak yang cerewet dan bawel. Tapi itu menantang saya untuk mengikuti berbagai lomba, termasuk lomba Debat tingkat provinsi. Saat itu saya duduk pada bangku SMP dan berhasil meraih juara satu,” tuturnya sambil tersenyum mengembang.

Lia mengatakan, apa pun yang dilakukannya selalu mendapat dukungan orangtua. “Orangtuaku support banget apa pun berbagai lomba yang diikuti. Selagi itu baik dan membangun,” kata wanita yang mengimpikan untuk menjadi Putri Indonesia ini.

Setelah terpilih menjadi Uni Sumbar Duta Wisata 201, banyak kegiatan yang menunggu sebagai Duta Wisata Sumbar. Selain kuliah di Manajemen Internasional Universitas Andalas, juga disibukkan di beberapa organisasi kampus. Sebut saja Aisec dan himpunan mahasiswa.

“Saat ini saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk pariwisata  Sumbar dan Indonesia umumnya,” kata wanita yang murah senyum ini.
Lia mengatakan, potensi pariwisata Sumbar besar.
Tinggal bagaimana mengemasnya dengan baik, agar mampu menjadi pendongkrak perekonomian Sumbar. Tentunya, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur adat dan budaya. “Inilah tugas saya sebagai Duta Wisata nantinya. Bagaimana mempromosikan pariwisata ke tingkat regional maupun nasional,” katanya.

Adanya imej pemilihan Uda-Uni hanya sekadar mengejar prestise, dan penunggu tamu saja, Lia menegaskan, pemilihan Uda Uni jelas memberikan banyak manfaat untuk diri pribadi dan dunia pariwisata.

“Kalau selama ini belum tampak hasil nyata dari pemilihan Uda Uni, itu dikarenakan kurangnya partisipasi elemen pendukung untuk peningkatan dunia kepariwisataan. Sebab, sektor pariwisata tidak bisa dikelola sendiri oleh pemerintah sebagai pemilik otoritas. Diperlukan kerja sama antara dunia usaha dan masyarakat untuk pengembangannya,” katanya.

Uda Uni atau Duta Wisata, kata Lia, berperan sebagai katalisator. “Melihat potensi daerah yang menunjang keindahan laut yang menawan, dan sumber daya manusia yang kuat, saya kira potensi pariwisata Sumbar besar,” tukasnya.

Lia berharap seluruh pihak peduli akan kemajuan pariwisata Sumbar. Baik itu penataan obyek wisata, kebersihan dan pengelolaannya. “Tak hanya itu, mengelaborasikan dunia wisata dengan adat istiadat di sini,” tukas Uni Kota Sawahlunto 2011.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar